Update Situasi Penanganan Bencana oleh Pusdalops BNPB

TOPNEWS62.COM, JAKARTA - Menjelang akhir Februari, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia, dengan dominasi bencana hidrometeorologi basah.
Salah satu peristiwa signifikan adalah tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Longsor melanda Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, pada Sabtu (22/2) pukul 18.00 waktu setempat, menewaskan dua orang. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi kedua korban, dan tim gabungan segera melakukan pembersihan material longsor dengan alat berat.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kelurahan Gedong, Kecamatan Tanjung Barat, Kabupaten Lampung, pada Jumat (21/2). Longsor menimpa sebuah rumah yang dihuni tiga orang, mengakibatkan dua penghuni meninggal dunia, sementara satu orang selamat dan kini mengungsi di rumah kerabat. Hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab utama kejadian ini.
Di tempat lain, angin kencang menerjang Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Sabtu (22/2). Dampaknya dirasakan di tiga desa, yaitu Desa Jatibatur di Kecamatan Gemolong, Desa Jeruk di Kecamatan Miri, dan Desa Wonorejo di Kecamatan Kalijambe. Sebanyak 42 rumah mengalami kerusakan, satu fasilitas ibadah terdampak, satu sekolah rusak, dan 39 titik pohon tumbang. Sejumlah pohon yang tumbang juga menimpa kabel listrik, menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah. BPBD Kabupaten Sragen bersama relawan kebencanaan segera melakukan upaya penanganan, sementara PLN setempat menangani gangguan listrik. Tantangan utama dalam penanganan bencana ini adalah cakupan wilayah yang luas serta kondisi cuaca yang masih hujan.
Pada hari yang sama, angin kencang juga menerjang Desa Matajang, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hujan deras yang menyertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada setidaknya 25 rumah warga. BPBD Kabupaten Bone segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah penanganan lebih lanjut.
BNPB mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi basah. Warga diingatkan untuk menghindari pohon-pohon yang berisiko tumbang saat terjadi angin kencang serta berlindung di bangunan yang kokoh. Jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam, evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman sangat dianjurkan. Selain itu, pemerintah daerah diimbau untuk memastikan kesiapan perangkat, personel, dan sumber daya dalam menghadapi potensi darurat bencana.