Bencana Hidrometeorologi Basah Dominasi Pekan Terakhir Februari

TOPNEWS62.COM, JAKARTA -- Memasuki pekan terakhir Februari, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat berbagai bencana yang masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satu peristiwa yang terjadi adalah banjir di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Banjir ini disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi pada Jumat (21/2), yang berdampak pada 65 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa di dua desa, yakni Nagari Panyubarangan dan Nagari Tabek, Kecamatan Timpeh. Akibatnya, sebanyak 65 unit rumah tergenang akibat luapan air yang memasuki permukiman warga.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, tepatnya di Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja, pada Rabu (19/2). Tim kaji cepat melaporkan bahwa bencana ini mengakibatkan 24 rumah terdampak, dengan rincian satu rumah mengalami kerusakan sedang, lima rumah rusak ringan, serta satu jembatan mengalami kerusakan ringan. Upaya evakuasi dan penanganan darurat telah dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan, termasuk pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.
Di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tanah longsor terjadi pada Selasa (18/2) pukul 15.30 WIB akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil. Peristiwa ini berdampak pada dua kepala keluarga di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, serta enam kepala keluarga di Desa Buninagara, Kecamatan Singangkerta. Sebanyak tujuh rumah mengalami kerusakan, terdiri dari enam rumah rusak ringan dan satu rumah mengalami kerusakan sedang. Tim BPBD terus melakukan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak.
Sementara itu, angin kencang melanda Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Kamis (20/2) pukul 17.00 WIB, menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan pada beberapa rumah warga. Hasil kaji cepat menunjukkan bahwa empat pohon tumbang, delapan rumah mengalami kerusakan ringan, serta satu fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Jabon dan Kecamatan Porong. Hingga Jumat (21/2), BPBD setempat telah melakukan pembersihan material pohon tumbang serta membantu warga membersihkan rumah yang terdampak.
Menanggapi berbagai bencana ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam, warga diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan kesiapan perangkat, personel, serta sumber daya guna menghadapi potensi darurat di wilayah masing-masing.