Home > Wisata

Destinasi Wisata ke Pasar Unik Indonesia

Pasar tradisional di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri dan mampu memikat hati para wisatawan dengan keunikan dan kekhasannya.
Dok.bandaacehkota.go.id
Dok.bandaacehkota.go.id

TOPNEWS62.COM- Kemenparekraf, Pasar-pasar tradisional di Indonesia dianggap hanya sebagai tempat untuk bertransaksi barang dagangan. Namun, sebenarnya di balik kesibukan jual-beli tersebut, pasar-pasar tradisional juga menyimpan kearifan lokal yang tak ternilai. Tak heran, banyak pasar tradisional di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri dan mampu memikat hati para wisatawan dengan keunikan dan kekhasannya.

Kehadiran pasar-pasar unik ini tak lepas dari keberagaman budaya di Indonesia. Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam melakukan transaksi jual-beli, ditambah lagi dengan lokasi pasar yang seringkali menarik perhatian. Bahkan, beberapa di antaranya menawarkan barang-barang yang sulit ditemui di tempat lain, menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Tidak hanya itu, pasar-pasar unik di Indonesia juga sering menjadi cerminan dari kekayaan budaya lokal. Keberadaan pasar-pasar ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Dengan beragamnya produk yang ditawarkan, dari barang antik hingga kuliner khas, membuat pengalaman berbelanja di pasar tradisional menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Melalui keunikan dan kekhasannya, pasar-pasar tradisional di Indonesia berhasil menarik minat banyak wisatawan. Dari keberagaman budaya hingga produk yang unik, setiap pasar memiliki daya tariknya sendiri yang mampu mengundang rasa penasaran dan keingintahuan bagi siapapun yang berkunjung. Dengan demikian, pasar-pasar tradisional bukan hanya tempat untuk berbelanja, tapi juga merupakan destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi.

Berikut adalah deretan pasar-pasar unik di Indonesia yang menarik didatangi:

Pasar Terapung Lok Baintan

Berbelanja ke pasar tradisional yang berada di pinggir jalan atau menawarkan pemandangan indah mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana kalau belanja dan bertransaksi dari atas perahu? Untuk merasakan sensasi belanja unik ini, Sobat Parekraf bisa mampir ke Pasar Terapung Lok Baintan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pasar Terapung yang ada sejak abad ke-18 ini berada di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura. Berbeda dengan pasar lainnya, Pasar Terapung Lok Baintan masih menggunakan sistem barter yang seakan mengajak kita untuk flashback ke masa lalu. Berkat keunikan tersebut, Pasar Terapung Lok Baintan dinobatkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2016.

Pasar Bisu

Kalau biasanya tawar-menawar dilakukan dengan berbicara langsung, Pasar Bisu justru berbeda. Sesuai dengan namanya, pasar unik di Sumatra Barat ini melakukan transaksi jual-beli menggunakan bahasa isyarat. Tapi, penting dipahami jika Pasar Bisu bukan berarti diisi oleh orang bisu, ya!

Nama “Pasar Bisu” didambil karena orang-orang masih menjalankan tradisi yang sudah dijalankan sejak turun-temurun, yakni berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Proses transaksi dan tawar-menawar dilakukan dengan Marosok atau berarti “Meraba”. Jadi, antara penjual dan pembeli bersalaman dengan posisi tangan ditutupi kain sarung. Tujuannya untuk menjaga kerahasiaan harga agar tidak diketahui orang lain. O, iya, di Pasar Bisu hanya menjual hewan-hewan ternak, seperti sapi, kerbau, atau kambing.

Pasar Papringan

Pasar unik di Indonesia yang tidak kalah menarik dikunjungi adalah Pasar Papringan. Berbeda dengan dua pasar tradisional sebelumnya, Pasar Papringan memiliki sisi kearifan lokal yang unik, yakni menggunakan pring (bambu) sebagai alat bayar.

Tidak serta-merta membawa bambu berukuran besar, Sobat Parekraf perlu menukarkan uang menjadi kepingan bambu terlebih dahulu. Setiap keping bambu senilai Rp2.000. Setelah itu, kita bisa menggunakan pring tersebut untuk membeli makanan tradisional, bumbu dapur, dan beragam kebutuhan rumah tangga.

Jika tertarik, pasar unik yang terletak di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini hanya buka setiap hari Minggu Wage dan Minggu Pon, dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Jadi, pastikan tidak kelewatan, ya!

Pasar Triwindu

Kalau Sobat Parekraf jalan-jalan ke Kota Solo, Jawa Tengah, jangan lupa mampir ke Pasar Triwindu. Pasalnya, pasar unik yang lokasinya tidak jauh dari Pura Mangkunegaran ini terkenal sebagai “pintu masuk” ke masa lampau.

Pasalnya, Pasar Triwindu menjadi pusat penjualan barang-barang antik dan kuno. Di pasar ini ada uang kuno tahun 1800-an, keris, televisi kuno, hingga pernak-pernik atau hiasan zaman bahela. Karena dikelilingi barang-barang lawas, jangan heran kalau Sobat Parekraf akan merasa nuansa vintage dan retro saat berkeliling Pasar Triwindu.

Pasar Tomohon

Kalau biasanya pasar tradisional menjual potongan daging sapi, ayam, dan berbagai jenis sayur. Pasar Tomohon, Sulawesi Utara sangat berbeda. Pasalnya, pasar tradisional yang unik ini dikenal sebagai “pasar ekstrem”, karena menjual berbagai macam daging satwa liar, seperti daging ular hingga kelelawar.

Walaupun terdengar ekstrem, namun sebenarnya destinasi wisata yang sudah mendunia ini tetap memberikan suasana sejuk dan asri. Hal ini berkat lokasi Pasar Tomohon yang diapit Gunung Lokon dan Gunung Mahawu.

Pasar Kaget

Satu lagi pasar unik di Indonesia yang menarik dikunjungi adalah Pasar Kaget. Jauh berbeda dengan pasar-pasar unik lainnya, pasar tradisional yang terletak di Desa Obia ini berada di tengah hutan belantara yang berada di daerah Wamena, Papua.

Menariknya, sebagian besar penjual di Pasar Kaget merupakan masyarakat Suku Dani yang masih menggunakan pakaian adat tradisional. Barang-barang yang dijual pun mayoritas barang tradisional Papua, seperti koteka, noken (tas wanita Papua), tombak, hingga perhiasan yang terbuat dari taring babi.

× Image