TOPNEWS62.COM, BOGOR — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) kembali menggelar program kaderisasi kepemimpinan Next Gen Leaders (NGL) Batch III yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Ar-Rohmah Training Center, Bogor. Kegiatan ini mengusung tema “Mahasiswa Muslim Bertalenta Unggul Bersatu untuk Indonesia Emas 2045.”
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PP GMH dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan pembangunan menuju satu abad Indonesia merdeka.
Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang dibina sejak sekarang. Menurutnya, bangsa ini membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter kuat, dan semangat pengabdian.
“Indonesia Emas tidak akan terwujud dengan sendirinya. Kita membutuhkan generasi pemimpin yang dipersiapkan sejak dini, mampu berkolaborasi, berintegritas, dan memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Rizki.
Selama tiga hari kegiatan, peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah tokoh dan praktisi nasional. Mereka di antaranya Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., Penasihat Ahli BNN RI; Dr. dr. Andi Afdal A., M.B.A., AAK, Direktur Operasi Perum BULOG; Muhammad Isnaeni, S.E. dari Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI; serta Marzan Safrudin, S.Pd.I., M.Pd., Direktur Pendidikan Ar-Rohmah Bogor Boarding School.
Beragam materi yang diberikan membahas isu-isu strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, pembangunan pendidikan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga peran generasi muda dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan.
Selain mendapatkan materi dari para narasumber, peserta juga mengikuti berbagai sesi pelatihan yang difokuskan pada pengembangan kapasitas diri. Pelatihan tersebut mencakup peningkatan kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, kerja sama tim, kepemimpinan strategis, serta penguatan mental dan daya tahan dalam menghadapi tantangan masa depan.
PP GMH menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan salah satu elemen penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, proses kaderisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Rizki menambahkan bahwa potensi dan talenta generasi muda harus diarahkan agar mampu menghasilkan dampak yang lebih luas melalui semangat persatuan dan kolaborasi.
“Dengan karakter yang kuat serta kemampuan bekerja sama, mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadaban,” katanya.
Melalui penyelenggaraan Next Gen Leaders Batch III, PP GMH berharap lahir generasi pemimpin muda yang siap menjadi motor perubahan, berkontribusi dalam pembangunan nasional, serta mengambil peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


