Bulog

PP GMH dan BULOG Ajak Mahasiswa Memahami Tantangan Ketahanan Pangan Nasional

TOPNEWS62.COM, BOGOR – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) bekerja sama dengan Perum BULOG menggelar diskusi interaktif bertajuk “Mahasiswa, BULOG, dan Masa Depan Pangan Indonesia” dalam rangkaian kegiatan Next Gen Leaders (NGL) Batch III yang berlangsung di Ar-Rohmah Training Center, Bogor.

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Operasi Perum BULOG, Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, M.B.A., AAK., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan nasional sekaligus faktor penentu stabilitas sosial dan ekonomi negara.

Andi Afdal mengungkapkan bahwa BULOG memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Peran tersebut diwujudkan melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah, pengendalian harga komoditas tertentu, serta distribusi pangan ke berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau. Karena itu, keberadaan BULOG menjadi instrumen penting negara dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan pangan.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang akan dihadapi sektor pangan nasional di masa depan, mulai dari pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, hingga dinamika ekonomi global yang semakin tidak menentu. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar sistem pangan nasional tetap tangguh dan berkelanjutan.

Dalam sesi dialog bersama peserta, Andi menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut. Mahasiswa didorong untuk meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, integritas, kedisiplinan, dan kemampuan kepemimpinan.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan semangat pengabdian untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menilai bahwa isu ketahanan pangan merupakan salah satu persoalan strategis yang perlu dipahami mahasiswa karena berkaitan erat dengan keberlanjutan pembangunan dan masa depan bangsa.

Menurut Rizki, ketahanan pangan tidak hanya memiliki aspek ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan nasional. Kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri akan menentukan tingkat ketahanan dan daya saingnya.

“Ketergantungan terhadap pihak luar dalam memenuhi kebutuhan pangan dapat menimbulkan berbagai risiko. Karena itu, kemandirian pangan harus menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara PP GMH dan BULOG ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai isu strategis nasional. Melalui dialog bersama para pemimpin dan praktisi, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan pembangunan Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, PP GMH berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami persoalan ketahanan pangan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi konkret guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.