RI-AS Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

RI-AS Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

TOPNEWS62.COM, Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Assistant Secretary of War for Indo-Pacific Security Affairs Amerika Serikat, John Noh, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan pertahanan kedua negara sekaligus memajukan berbagai prioritas strategis bersama guna menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik yang dinamis.

Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kerja sama, kedua pejabat tinggi tersebut membahas perkembangan hubungan bilateral di bidang pertahanan yang selama ini telah terjalin erat antara Indonesia dan Amerika Serikat. Indonesia dan AS sepakat bahwa kerja sama pertahanan merupakan salah satu pilar utama hubungan kedua negara, yang terus berkembang seiring dengan tantangan keamanan kawasan yang semakin kompleks.

Menhan RI menegaskan bahwa Indonesia memandang kemitraan strategis dengan Amerika Serikat sebagai bagian penting dari upaya memperkuat kapasitas pertahanan nasional, termasuk melalui peningkatan interoperabilitas, pertukaran informasi strategis, pendidikan dan pelatihan militer, serta kerja sama industri pertahanan. Kedua pihak juga meninjau kembali implementasi berbagai program kerja sama yang telah berjalan dan mengeksplorasi peluang kolaborasi baru di masa mendatang.

Dalam diskusi tersebut, Indonesia turut menekankan komitmennya terhadap prinsip politik luar negeri bebas aktif serta kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Indonesia dalam berbagai misi kemanusiaan dan operasi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kesiapan dan profesionalisme personel TNI dalam mendukung misi-misi perdamaian internasional ke depan juga menjadi salah satu poin pembahasan utama.

Selain itu, kedua delegasi membahas dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik yang mencakup isu keamanan maritim, penanggulangan bencana, serta kerja sama dalam menghadapi ancaman non-tradisional seperti terorisme dan kejahatan lintas negara. Dalam konteks tersebut, penguatan koordinasi dan komunikasi strategis dinilai penting guna menciptakan kawasan yang aman, terbuka, dan berbasis pada hukum internasional.

Pertemuan ini juga menyinggung secara khusus persiapan pelaksanaan latihan militer bersama berskala besar Super Garuda Shield 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Latihan ini akan melibatkan ribuan prajurit dari Indonesia, Amerika Serikat, serta sejumlah mitra regional lainnya. Super Garuda Shield dipandang sebagai salah satu wujud konkret kerja sama pertahanan bilateral yang tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur dan interoperabilitas, tetapi juga mempererat hubungan antarpersonel militer kedua negara.

Menhan RI menyampaikan harapannya agar latihan tersebut dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat strategis jangka panjang, baik bagi peningkatan profesionalisme prajurit maupun bagi penguatan stabilitas kawasan. Sementara itu, pihak Amerika Serikat menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan serta komitmen kuat dalam menjaga perdamaian regional.

Pertemuan ditutup dengan penegasan komitmen kedua negara untuk terus memperdalam dialog dan kerja sama pertahanan secara berkelanjutan, sejalan dengan semangat saling menghormati, kesetaraan, dan kepentingan bersama demi terciptanya Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera. (Biro Humas dan Infohan Setjen Kemhan)