Home > Nasional

Rusun Kemensos di STPL Bekasi Bersih Dan Nyaman Berfasilitas Seperti Hotel

Rusun tersebut hasil kerjasama Kemensos dgn Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), serta ditujukan keluarga pra-sejahtera, kelompok miskin dan rentan, serta penyandang disabilitas
Dok.Kemensos.go.id
Dok.Kemensos.go.id

TOPNEWS62.COM-BEKASI (27/1) Rumah susun (Rusun) Kemensos berlokasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi yang dibangun tahun 2023 tersebut terdiri atas lima lantai dan 95 kamar. Rumah susun tersebut hasil kerjasama Kemensos dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta ditujukan untuk keluarga pra-sejahtera atau kelompok miskin dan rentan, serta penyandang disabilitas.

Para penghuni rumah susun (Rusun) Kemensos di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi sangat bersyukur karena mereka bisa menempati rusun tersebut, sementera belum membayar. Padahal, fasilitas rusun sangat memadai. Selain ruangan yang cukup luas, berukuran 6 x 7 meter, fasilitas yang tersedia di setiap ruangan juga sangat lengkap seperti tempat tidur susun, meja makan, kompor gas dan peralatan dapur hingga kamar mandi yang sangat bersih.

Ny. Mariani (40) salah seorang penghuni rusun Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi mengatakan,“Kami belum dikenakan bayaran, hanya diharuskan membeli token listrik sendiri”. Kalaupun membayar, sama seperti rumah susun lainnya yang dikelola Kemensos, penghuni hanya membayar Rp 10.000 per bulan,”ujar Ny.Mariani. Padahal rumah susun yang dikelola Kemensos, sangat bersih dan nyaman seperti hotel yang ada di film-film. “Karena itu saya sangat bersyukur boleh menempati rusun ini,” tegas Mariani yang sudah empat bulan menempati rusun STPL.

Rusun yang dibangun tahun 2023 tersebut terdiri atas lima lantai dan 95 kamar. Rusun tersebut hasil kerja sama Kemensos dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta ditujukan untuk keluarga pra-sejahtera atau kelompok miskin dan rentan, serta penyandang disabilitas.

Karena diperkenankan tinggal di rusun, Mariani tidak perlu lagi mengeluarkan uang sewa rumah petak yang pasarannya sekitar Rp 400.000 – Rp 700.000 per bulan, dan fasilitasnya sangat terbatas tidak selengkap di rusun. “Uang sewa rumah petak bisa dipakai untuk biaya sekolah anak,” kata Mariani yang anaknya kini sekolah di jenjang SMP dan SD.

Selain diperkenankan tinggal di rusun Kemensos, para penghuni juga dilatih berbagai keterampilan dan berusaha. Sejumlah penghuni misalnya, menjahit sandal untuk keperluan hotel dan upahnya bisa menopang ekonomi keluarga atau ditabung.

Kemudian Syarifudin Pekerja Penyuluh Sosial Ahli Madya di Sentra Terpadu Pangudi Luhur menjelaskan, para penghuni rusun memang didorong untuk bekerja dan berusaha agar perekonomian keluarganya bisa membaik. Uang sewa rumah yang biasanya mereka keluarkan, diupayakan untuk ditabung sehingga setelah dua tahun tinggal di rusun, mereka memiliki rumah sendiri meskipun sederhana. “Rumah susun kemudian bisa ditempati warga lainnya dari kelompok pra-sejahtera yang membutuhkan tempat tinggal,” jelas Syarifudin.

Penghuni rusun STPL sangat senang tinggal di rusun tersebut. Selain fasilitasnya lengkap, juga tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti arena bermain anak, toko serba ada hingga jasa laundry. “Secara jujur saya harus mengucapkan terima kasih kepada Mensos Bu Risma yang telah memperhatikan kami, keluarga pra sejahtera,” tutur Mariani.

× Image