TOPNEWS62.COM – Momentum bulan Syawal dimanfaatkan sebagai ajang berbagi dan mempererat kepedulian sosial. Dalam semangat tersebut, BMH Perwakilan Sumatera Utara bersama YBM PLN UIW Sumut menyalurkan bantuan kepada para guru Rumah Qur’an, janda, serta kaum dhuafa.
Kegiatan sosial ini diwujudkan dalam bentuk penyaluran santunan berupa paket sembako sebanyak 30 paket. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kadiv Program dan Pemberdayaan (Prodaya), M. Arif Firdaus, di beberapa lokasi, yakni Kantor BMH Perwakilan Sumut, Aula Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Hidayatullah Polonia Medan, serta melalui kunjungan langsung ke rumah para penerima manfaat.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara BMH dan YBM PLN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang selama ini berkontribusi dalam pendidikan Al-Qur’an namun masih menghadapi keterbatasan ekonomi.

Para penerima manfaat pun menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan haru. Ibu Susi, selaku pengasuh Guru Rumah Qur’an An-Nur Al-Barokah, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Terima kasih banyak kepada BMH dan YBM PLN yang telah peduli kepada kami. Semoga seluruh pengurus diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelapangan rezeki oleh Allah SWT,” tuturnya dengan penuh haru.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena sangat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari, khususnya bagi para guru ngaji dan keluarga dhuafa yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BMH Sumatera Utara, Muhammad Nuh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat, terutama di bulan Syawal yang identik dengan kebersamaan dan saling berbagi.
“Kami berharap bantuan ini bisa memberikan kebahagiaan, walaupun sederhana, namun penuh makna. Ini adalah bentuk perhatian kami kepada para guru Rumah Qur’an, janda, dan dhuafa yang selama ini telah berjuang dalam keterbatasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Nuh juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga sosial dan perusahaan dalam memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat.
“Ke depan, kami berharap BMH dan YBM PLN dapat terus berkolaborasi sehingga lebih banyak lagi mustahik yang bisa terbantu. Semakin banyak pihak yang terlibat, maka semakin luas pula dampak kebaikan yang bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Program santunan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap para pejuang pendidikan Al-Qur’an dan kelompok masyarakat rentan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial terus tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, BMH dan YBM PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan umat.


