Demak

Buka Puasa dan Peringatan Nuzulul Qur’an Warnai Kebersamaan TK Hidayatullah Demak

TOPNEWS62.COM DEMAK — Suasana hangat Ramadan terasa begitu kental di lingkungan TK Hidayatullah Cangkring, Demak. Sebanyak 127 peserta yang terdiri dari para murid, guru, serta wali murid mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan peringatan Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026) bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum kebersamaan yang sarat nilai edukasi dan spiritual. Tidak sekadar berkumpul untuk berbuka puasa, para peserta juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

Menjelang waktu berbuka, para siswa bersama guru dan orang tua terlebih dahulu membagikan paket takjil kepada masyarakat di sekitar sekolah. Aksi sederhana ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak tentang pentingnya berbagi dan menumbuhkan empati kepada sesama, khususnya di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Setelah kegiatan berbagi takjil, acara dilanjutkan dengan kegiatan murajaah Al-Qur’an yang diikuti para murid. Anak-anak dengan penuh semangat melantunkan hafalan surat-surat pendek serta doa-doa harian yang selama ini mereka pelajari di sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter sekaligus upaya memperkuat hafalan Al-Qur’an bagi para siswa sejak usia dini. Para guru membimbing murid-murid dengan penuh kesabaran, menciptakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.

Humas BMH Demak, Gus Nasir, menyampaikan bahwa pengalaman belajar sekaligus berbagi seperti ini memiliki dampak penting dalam pembentukan karakter anak.

“Melalui pengalaman berbagi dan belajar Al-Qur’an sejak kecil, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah peringatan Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Wahib. Dalam ceramahnya, ia mengajak para peserta untuk memahami kembali makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Ia juga menjelaskan sejarah turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, keutamaannya sebagai pedoman kehidupan, serta pentingnya menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an adalah cahaya yang membimbing manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, sejak kecil anak-anak perlu dikenalkan dengan Al-Qur’an agar nilai-nilainya tertanam kuat dalam diri mereka,” tutur Ustaz Abdul Wahib.

Suasana kemudian berubah menjadi lebih ceria ketika waktu berbuka puasa tiba. Hidangan berbuka disajikan dan para siswa menikmati makanan bersama guru serta orang tua dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur.

Tawa riang anak-anak dan kebersamaan keluarga menciptakan suasana Ramadan yang begitu berkesan. Momen ini tidak hanya menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Koordinator Muria Raya BMH Perwakilan Jawa Tengah, Aqiful Khoir, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk menumbuhkan nilai kebersamaan sekaligus kepedulian sosial.

“Kami ingin anak-anak merasakan kebahagiaan berbuka puasa bersama sekaligus belajar memahami makna berbagi di bulan Ramadan. Nilai-nilai ini diharapkan akan tertanam kuat dalam diri mereka hingga dewasa nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Hidayatullah Demak, Ana Hatiningsih, menyampaikan apresiasi atas dukungan BMH dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan BMH dan para donatur. Semoga sinergi ini terus berlanjut dalam berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan dakwah. Kami juga berharap BMH beserta para donatur selalu diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, dan keberkahan,” ungkapnya.

Kebersamaan Ramadan tahun ini terasa semakin bermakna bagi masyarakat sekitar sekolah. Setahun sebelumnya, kawasan tersebut sempat dilanda banjir besar yang bahkan mencapai atap rumah warga.

Peristiwa itu meninggalkan kenangan sulit bagi sebagian masyarakat. Namun kini, suasana kebersamaan dalam kegiatan buka puasa bersama menjadi simbol bangkitnya semangat dan harapan baru bagi warga.

Hidangan berbuka yang dinikmati bersama bukan sekadar makanan pelepas dahaga setelah berpuasa, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas yang menguatkan kebersamaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Ramadan tidak hanya diajarkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui pengalaman nyata: berbagi kepada sesama, belajar mencintai Al-Qur’an, serta mempererat ukhuwah sejak usia dini.

Dengan demikian, kegiatan sederhana seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, dan kepedulian sosial./Herim