TOPNEWS62.COM, Tangerang Selatan — Upaya pengurangan sampah terus digencarkan Pemerintah Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Kali ini, kelurahan tersebut membangun 200 lubang biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.
Program biopori ini diawali dengan pembuatan 20 lubang di kantor kelurahan sebagai langkah awal dan contoh bagi masyarakat. Selanjutnya, sebanyak 180 lubang biopori akan disebar di kawasan permukiman warga.
Lurah Buaran Linda Hermawati mengatakan, langkah ini sejalan dengan kebijakan Wali Kota Tangerang Selatan yang mendorong pengelolaan sampah dari hulu agar tidak seluruhnya berakhir di TPA Cipeucang.
“Dengan biopori, sampah organik rumah tangga bisa langsung diolah di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pihak kelurahan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, baik dalam pembuatan lubang biopori maupun penyediaan sarana pendukung. Linda menilai kolaborasi lintas perangkat daerah sangat penting untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada sampah organik, Kelurahan Buaran juga memperkuat peran bank sampah. Sebanyak 13 bank sampah di tingkat RW akan dioptimalkan untuk mengelola sampah non-organik agar memiliki nilai ekonomi.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh. Organik dan non-organik ditangani dengan cara yang tepat,” kata Linda.
Ia berharap sinergi antara biopori, bank sampah, dan fasilitas komposter dari Kecamatan Serpong dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.


