Tim DMC Dompet Dhuafa Gulirkan Bantuan untuk Ribuan Penyintas Erupsi Semeru hingga Longsor Banjarnegara

Dok. Dompet Dhuafa
Dok. Dompet Dhuafa

TOPNEWS62.COM, LUMAJANG— Respon cepat penanganan bencana kembali dilakukan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Jawa Timur. Hingga Minggu siang (23/11), tim terus menyalurkan berbagai bentuk bantuan bagi ribuan penyintas yang terdampak bencana, mulai dari erupsi Semeru di Lumajang hingga longsor di Banjarnegara.

Di Lumajang, layanan Taman Ceria telah memberikan pendampingan kepada sedikitnya 40 anak di wilayah pengungsian. Sementara layanan dapur umum telah menyalurkan lebih dari 500 porsi makanan bagi warga terdampak.

Selain itu, program Pos Hangat turut membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak erupsi Semeru, khususnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Program ini berlangsung sejak Kamis (20/11) di SDN Supiturang 4 sebagai titik pengungsian utama.

“Melihat kondisi pengungsian dan kebutuhan warga, kami berupaya memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak, terutama di Desa Supiturang,” ujar Agus Triabudi Waloyo, Koordinator Respon Bencana Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Hingga hari ini, Pos Hangat telah memberikan manfaat bagi sedikitnya 600 warga penyintas.

Agus menambahkan, DMC Dompet Dhuafa juga melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak erupsi, termasuk Dusun Kamar A, Sumbersari, dan Gumuk Mas. Tantangan utama di lapangan adalah keterbatasan logistik serta akses wilayah yang tertutup material vulkanik.

Respons Cepat untuk Longsor Banjarnegara

Sementara itu, respons juga terus dilakukan untuk korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Hingga Sabtu siang (22/11), tercatat 16 warga masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan dan relawan masih menyisir titik longsor dengan kondisi cuaca tidak menentu dan tanah yang labil.

“Kami berpacu dengan cuaca dan kondisi tanah yang tidak stabil,” ungkap Ahmad Yamin, Penanggung Jawab Tanggap Darurat DMC Dompet Dhuafa.

Di Pos Pengungsian GOR Beji, tim membagikan 500 porsi sarapan berupa bubur kacang hijau dan minuman hangat seperti teh, susu, dan kopi. Bantuan ini diberikan tidak hanya kepada penyintas, tetapi juga untuk relawan yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Alhamdulillah, layanan Pos Hangat hadir untuk penyintas dan para relawan. Kami pastikan tidak ada yang bekerja dalam keadaan lapar,” ujar Yamin.

Penyintas: “Kami Sangat Terbantu”

Kehadiran layanan Pos Hangat mendapat sambutan positif dari para penyintas. Mulai anak-anak, dewasa, hingga lansia memanfaatkan layanan yang tersedia.

Salah satunya Frih Fitriani (33), warga Dusun Situkung yang rumahnya terdampak parah akibat longsor.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Saat ini kami tidak bisa bekerja dan tidak membawa apa pun selain pakaian yang kami kenakan. Dari pagi sampai malam selalu ada bantuan makanan,” tuturnya.

Frih kini mengungsi bersama suami dan dua anaknya di GOR Beji. Selama di pengungsian, ia memenuhi kebutuhan pangan melalui layanan dapur umum yang dikelola berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk DMC Dompet Dhuafa.

Dengan terus berlangsungnya upaya penanganan, Dompet Dhuafa memastikan respons kemanusiaan tetap dilanjutkan untuk membantu pemulihan para penyintas secara berkelanjutan.