TOPNEWS62.COM, BOGOR — Anggota DPR RI H. Slamet Ariyadi, S.Psi., M.Sos., mengajak generasi muda untuk terus merawat semangat kepemudaan melalui persatuan, kepedulian sosial, dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Slamet saat menutup rangkaian kegiatan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) National Leadership Academy (NLA) 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertanian, Bogor, Minggu (1/11/2026).
Dalam sambutannya, Slamet menekankan bahwa semangat kepemudaan tidak seharusnya berhenti pada idealisme maupun gagasan. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang berdampak positif bagi masyarakat dan bangsa.
Ia menilai, generasi muda memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga persatuan sekaligus berperan aktif menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, semangat kepemudaan harus menjadi kekuatan yang mendorong anak muda untuk terus bergerak, menumbuhkan kepedulian, serta menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan generasi muda tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan gagasan, tetapi juga dari kesediaan untuk mengambil tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata.
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) Rizki Ulfahadi mengatakan, NLA 2026 merupakan bagian dari upaya pembinaan kepemimpinan mahasiswa dari berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kapasitas diri, memperluas wawasan kebangsaan, serta membangun integritas dan karakter kepemimpinan yang kokoh.
“Melalui NLA, kami ingin melahirkan generasi muda yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, dan semangat persatuan. Mereka harus siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” kata Rizki.
Ia berharap, berbagai pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh peserta selama mengikuti NLA dapat diterapkan dalam kehidupan kampus maupun kegiatan pengabdian di daerah masing-masing.
Rizki juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial. Menurutnya, mahasiswa perlu hadir dengan gagasan dan tindakan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
“Spirit kepemudaan harus terus dirawat melalui kerja nyata. Mahasiswa tidak boleh berhenti menjadi pengamat, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat,” ujarnya.
NLA 2026 Perkuat Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan
National Leadership Academy 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini dibuka pada 28 Oktober di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Mengusung tema “Generasi Pemimpin Persatuan Indonesia”, NLA 2026 menjadi salah satu ikhtiar PP GMH dalam menyiapkan mahasiswa muslim yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan kapasitas kepemimpinan.
Program pembinaan ini diarahkan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara personal, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan komitmen terhadap kemajuan bangsa.
Melalui proses pembinaan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dengan tetap menjunjung tinggi nilai persatuan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penutupan NLA 2026 sekaligus menjadi momentum bagi para peserta untuk membawa semangat kepemimpinan ke lingkungan masing-masing. Bekal yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi landasan untuk menghadirkan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat dan Indonesia.
Dengan demikian, semangat kepemudaan tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh sebagai gerakan nyata yang memperkuat persatuan dan mendorong kemajuan bangsa.


