TOPNEWS62.COM, JAKARTA – Selasa (01/9/2026) Indonesia semakin memantapkan langkahnya sebagai pemain utama dalam peta perdagangan pangan internasional di kawasan Asia. Menyikapi pertumbuhan pasar yang pesat ini, pameran makanan dan minuman terbesar di tanah air bertransformasi melalui identitas baru: SIAL Food & Drinks Indonesia 2026. Langkah strategis ini mengintegrasikan ekosistem pangan nasional secara langsung ke dalam jaringan Salon International de l’Alimentation (SIAL Network), salah satu platform pameran pangan global terbesar di dunia.
Pembaruan identitas ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan dorongan besar bagi pelaku industri lokal untuk menembus pasar internasional. Melalui kolaborasi jangka panjang antara Comexposium dan Seven Event, Indonesia diproyeksikan menjadi pusat pertemuannya para inovator, eksportir, dan pembeli global. Langkah ini menegaskan pentingnya posisi strategis Indonesia dalam peta bisnis pangan kawasan Asia-Pasifik.
Sebagai bagian dari ekosistem global yang menghubungkan lebih dari 17.000 peserta pameran dan 700.000 pengunjung bisnis dari 195 negara, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 akan menjadi jembatan B2B (Business-to-Business) yang sangat dinamis. Pameran ini mempertemukan rantai pasok lengkap—mulai dari produsen, distributor, retailer, hingga investor dan instansi pemerintah.
Diperkirakan lebih dari 1.000 merek dari 15 negara lintas kawasan Asia-Pasifik, Eropa, hingga Timur Tengah dan Afrika (EMEA) akan berpartisipasi. Selain memfasilitasi transaksi bisnis, ajang ini menghadirkan berbagai program interaktif untuk mendorong inovasi industri, seperti:
- SIAL Innovation & Business Matching Program: Wadah bagi para pelaku usaha untuk memamerkan produk visioner sekaligus menjalin kemitraan langsung dengan buyer internasional.
- SIAL Culinary Masters Asia (SCMA) & Barista Competition: Panggung keahlian bagi para profesional kuliner dan peracik kopi untuk menunjukkan keunggulan standar global.
Dengan mengusung konektivitas global yang lebih erat, ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Kehadiran pameran berskala internasional ini diharapkan mampu melipatgandakan peluang ekspor produk lokal sekaligus mendatangkan investasi dan teknologi pangan terbaru ke Indonesia.


