TOPNEWS62.COM, JAKARTA – Jumat (14/08/2026) Ancaman bencana alam dan kondisi darurat yang kian kompleks di kawasan lingkar api (ring of fire) menuntut strategi nasional yang lebih adaptif, modern, dan terintegrasi. Menjawab tantangan besar tersebut, pameran B2B internasional terkemuka di bidang mitigasi bencana, penyelamatan, dan peralatan darurat—Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026—resmi diselenggarakan pada 12–14 Agustus 2026 di Hall D2, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Event strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat benteng kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap darurat nasional.
Namun, EDRR Indonesia 2026 membuktikan diri lebih dari sekadar arena pameran peranti keselamatan mutakhir. Di samping memamerkan teknologi mutakhir dari puluhan produsen global, pameran ini dirancang komprehensif dengan memadukan konferensi tingkat tinggi, seminar teknis, simulasi pelatihan praktis, hingga agenda business matching. Langkah ini menegaskan komitmen penyelenggara untuk menyatukan inovasi teknologi dengan aksi nyata lintas sektor.
Sri Vista Limbong, selaku Project Director Seven Event, menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif dalam mitigasi bencana. Menurutnya, EDRR Indonesia 2026 hadir sebagai ruang inklusif yang mempertemukan praktisi industri, lembaga pemerintah, akademisi, hingga mitra internasional. Forum ini dirancang khusus untuk memfasilitasi alih pengetahuan, penyelarasan standar keselamatan global, serta pembentukan kemitraan strategis demi mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh dan siap menghadapi krisis.
Rangkaian acara selama tiga hari menyajikan pembahasan yang sangat kaya dan kontekstual. Hari pertama dibuka dengan perumusan arah kebijakan riset nasional serta inovasi transisi energi, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Perindustrian. Di saat bersamaan, Seminar Keselamatan Kerja (iSafety) bertema Building Disaster-Resilient Workplaces digelar untuk memperkuat standar keamanan tempat kerja. Tak kalah penting, berlangsung penandatanganan kerja sama perdagangan luar negeri untuk sektor energi hijau dan kendaraan darurat, diserti pemaparan regulasi investasi serta rantai pasok kendaraan listrik bersama TC Group dan Bank of China.
Memasuki hari kedua, fokus beralih pada penguatan Aksi Merespons Peringatan Dini (Impact-Based Forecast BMKG) dan teknologi pemadam kebakaran cerdas. Para pakar membedah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), big data, dan sistem cell broadcast untuk penyebaran informasi darurat berbasis kesiapsiagaan inklusif—termasuk bagi kelompok rentan, ramah anak, dan disabilitas. Pada saat yang sama, kerja sama sektor medis G60 Indonesia–Tiongkok diresmikan lewat pembentukan komite ekspor dan fasilitas produksi bersama (shared manufacturing base). Forum Pemadam Kebakaran Cerdas juga menyoroti pengadaan digital, penggunaan drone untuk karhutla dan gedung tinggi, serta pemanduan sensor AI untuk mengatasi risiko kebakaran baterai kendaraan listrik (EV).
Puncak kegiatan pada hari ketiga didedikasikan untuk aksi kemanusiaan dan keselamatan wilayah maritim. Berkolaborasi dengan UN-OCHA, pameran ini memperingati Hari Kemanusiaan Dunia (World Humanitarian Day), diselingi pelatihan praktis Basic Life Support dari Kementerian Kesehatan dan pelatihan resusitasi jantung (CPR) bersama MER-C Indonesia. Sementara itu, Forum Sinergi Darurat Maritim membahas modernisasi sistem SAR nasional, regulasi ruang udara drone pengangkut logistik ke pulau terluar, hingga penggunaan armada kapal penyelamat ramah lingkungan.
Di balik padatnya forum ilmiah, program Business Matching berjalan nonstop selama tiga hari untuk memfasilitasi alih teknologi dan investasi nyata antara penyedia teknologi dan pemangku kepentingan. Didukung oleh Kopi Kenangan sebagai sponsor resmi, EDRR Indonesia 2026 sukses menjadi katalisator utama dalam merevolusi standar manajemen darurat Indonesia ke tingkat dunia.


