TOPNEWS62.COM, SAMOSIR SUMATERA UTARA – Senin (20/7/2026) Deru ombak Danau Toba yang memecah batu karang menyambut kedatangan ratusan kader dan simpatisan Hidayatullah dari berbagai penjuru Sumatra Utara. Sore itu, halaman Masjid Nurul Islam di Kabupaten Samosir mendadak ramai, dipenuhi energi positif dari para pejuang dakwah yang datang menggunakan mobil hingga sepeda motor. Mereka menempuh perjalanan jauh dari Nias, Sibolga, Labuhan Batu, hingga Langkat, demi satu tujuan: menghadiri Lailatul Ijtima’.
Acara yang berlangsung pada Rabu hingga Kamis, 8-9 Juli 2026 (bertepatan dengan 23-24 Muharram 1448 H) ini sukses digelar berkat dukungan penuh dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Sumatra Utara. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen BMH dalam mendukung penguatan spiritualitas dan konsolidasi kader di wilayah minoritas Muslim.
Nuansa alam Samosir yang eksotis berpadu syahdu dengan atmosfer spiritual yang kental. Agenda sakral ini dimulai sejak sepertiga malam terakhir, di mana seluruh jamaah larut dalam khusyuknya shalat lail (tahajud) berjamaah hingga menjelang azan subuh berkumandang. Keheningan malam Pulau Samosir seketika berubah menjadi ruang munajat yang menggetarkan hati.
Tepat pukul 08.00 WIB, acara resmi dibuka. Antusiasme peserta semakin memuncak saat mendengarkan paparan dari dua tokoh sentral Hidayatullah Sumut, yaitu Ketua DPW Hidayatullah Sumut, Ustaz Syukron Khairi, dan Ketua DMW Hidayatullah Sumut, Ustaz Ali Hermawan. Dalam orasinya, kedua ustaz ini membedah secara mendalam mengenai esensi “Jati Diri Hidayatullah.”
Ustaz Syukron Khairi menegaskan bahwa jati diri Hidayatullah bukan sekadar identitas kelompok, melainkan cerminan wajah lembaga yang menjadi bagian integral dari Jamaah Islam global saat ini. Oleh karena itu, konsistensi dalam memegang teguh nilai-nilai manhaj Nabawi menjadi harga mati bagi setiap kader.
Senada dengan hal tersebut, Ustaz Ali Hermawan menambahkan pentingnya penyamaan persepsi di tingkat akar rumput. “Acara Lailatul Ijtima’ ini adalah momentum emas dan ajang silaturahim bagi para kader serta warga Hidayatullah. Melalui forum ini, kita ingin membentuk satu pemahaman yang utuh dan komprehensif tentang jati diri Hidayatullah, sehingga gerak dakwah kita di lapangan bisa lebih solid dan terarah,” ujar Ustaz Ali.
Pertemuan lintas daerah ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan sebuah oase spiritual. Kehadiran kader dari wilayah kepulauan seperti Nias hingga ujung utara seperti Langkat menunjukkan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang ketika ikatan akidah telah bertaut.
Lailatul Ijtima’ di Pulau Samosir ini akhirnya ditutup dengan doa bersama yang sarat emosi dan prosesi bersalaman penuh kehangatan. Gurat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh sirna, digantikan oleh senyum optimisme. Para peserta pulang dengan membawa semangat baru, sembari berharap dapat kembali berkumpul dalam agenda serupa di tempat yang berbeda. Ikatan ukhuwah Islamiyah yang kokoh dari pinggir Danau Toba ini diharapkan mampu menjadi energi besar dalam ikhtiar membangun peradaban Islam yang ramah, damai, dan berkemajuan di Sumatra Utara.



