TOPNEWS62.COM, JAKARTA – Kamis (07/05/2026) Di tengah hiruk-pikuk beton ibu kota, terdapat sebuah oase yang menjadi saksi bisu perjuangan melawan perubahan iklim. Memperingati Hari Bumi 2026, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) tidak memilih jalur retorika. Sebaliknya, mereka turun langsung ke lumpur Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, untuk memperkuat benteng alami pesisir Indonesia.
Kegiatan bertajuk aksi nyata ini bukan sekadar agenda tahunan. Sharp membawa misi besar: menyatukan teknologi, edukasi, dan aksi lapangan dalam satu ekosistem keberlanjutan yang terintegrasi. Dengan menggandeng Yayasan Burung Indonesia serta siswa-siswi dari SMPIT dan SMK Pluit Raya, Sharp ingin memastikan bahwa tongkat estafet kepedulian lingkungan berada di tangan yang tepat—generasi muda.
Tiga Pilar Aksi di Angke Kapuk Rangkaian acara tahun ini dikemas dalam tiga aktivitas utama yang menyentuh berbagai aspek ekosistem:
- Restorasi Mangrove: Penanaman bibit mangrove dilakukan sebagai langkah mitigasi abrasi dan penguatan ekosistem karbon biru. Mangrove adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menyerap karbon jauh lebih efektif dibanding hutan daratan.
- Bird Watching (Pengamatan Burung): Peserta diajak menyelami keanekaragaman hayati. Memahami keberadaan burung bukan sekadar hobi, melainkan indikator kesehatan sebuah ekosistem. Jika burung tetap bertahan, artinya lingkungan tersebut masih layak huni.
- Plogging: Menggabungkan olahraga lari kecil dengan aksi memungut sampah. Setiap gram sampah yang terkumpul didata secara sistematis untuk mengukur dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Andrew Gultom, General Manager Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, menekankan bahwa keberlanjutan adalah maraton, bukan sprint. “Kami melihat ini sebagai tanggung jawab jangka panjang. Sejak 2015, melalui komunitas Sharp Greenerator, kami telah menggerakkan ribuan anak muda. Kami ingin aksi sederhana seperti menanam pohon atau memilah sampah plastik menjadi budaya, bukan beban,” ungkapnya.

Rekam Jejak Hijau yang Konsisten Sharp tidak hanya bicara soal teori. Hingga tahun 2026 ini, perusahaan telah menanam lebih dari 3.300 pohon mangrove di pesisir Banten dan wilayah lainnya. Di sisi inovasi, Sharp menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM), sebuah mesin otomatis yang “menantang” masyarakat untuk menukarkan botol plastik dengan poin. Hasilnya luar biasa: lebih dari 2 ton plastik telah terkumpul dan dialihkan dari pembuangan akhir ke jalur daur ulang.
Melalui momentum Hari Bumi ini, Sharp Indonesia mengirimkan pesan kuat bagi dunia korporasi: bahwa bisnis yang hebat adalah bisnis yang mampu tumbuh selaras dengan alam. Masa depan hijau bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang harus dibangun melalui kolaborasi hari ini.


