TOPNEWS62.COM, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran langsung dalam menyelesaikan persoalan tertahannya kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz.
Menurutnya, situasi yang terjadi tidak bisa diselesaikan hanya melalui jalur teknis kementerian, mengingat kondisi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas. Ia menilai, komunikasi antar kepala negara menjadi langkah strategis yang lebih efektif.
“Masalah ini membutuhkan pendekatan tingkat tinggi. Peran Presiden sangat penting untuk memperkuat posisi diplomasi Indonesia,” ujar Anggota Komisi XII DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republika Indonesia), Syafruddin dalam keterangannya.
Diketahui, dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di kawasan tersebut seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini bahkan berdampak pada kebijakan penutupan jalur strategis tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar RI di Teheran saat ini terus melakukan komunikasi intensif guna memastikan keselamatan kapal dan awaknya.
Meski mengapresiasi langkah pemerintah, Syafruddin menilai upaya tersebut perlu ditingkatkan ke level diplomasi strategis. Ia menekankan bahwa keterlibatan langsung Presiden akan memberikan tekanan diplomatik yang lebih kuat.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi dunia. Gangguan di kawasan ini tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga stabilitas energi global.


