Ambisi 2026: Sharp Indonesia Bidik Pasar Vietnam Setelah Cetak Sejarah Penjualan

Ambisi 2026: Sharp Indonesia Bidik Pasar Vietnam Setelah Cetak Sejarah Penjualan

TOPNEWS62.COM, JAKARTA – Selasa (03/03/2026) Di saat dinamika pasar elektronik global naik-turun, Sharp Indonesia justru berhasil mematahkan tren dengan mencetak rekor penjualan tertinggi dalam sejarahnya. Angka Rp11,9 triliun sepanjang tahun 2025 bukan sekadar statistik; itu adalah bukti kepercayaan konsumen yang semakin mengakar kuat di tanah air.

Kunci Kemenangan di Kategori Strategis Keberhasilan Sharp tidak datang dari satu lini produk saja, melainkan sinergi di berbagai kategori. Sharp membuktikan diri sebagai “raja” di sektor hunian modern dengan penguasaan pasar yang signifikan:

  • Lemari Es: Menguasai 33.2% pangsa pasar.
  • Mesin Cuci: Mencapai 26.1%.
  • AC: Mengamankan 21.2%.

Fokus pada teknologi hemat energi menjadi magnet utama bagi konsumen urban yang kini lebih peduli pada biaya operasional jangka panjang dan dampak lingkungan.

Inovasi yang Menyentuh Emosi Tahun 2025 menjadi saksi evolusi Sharp dari sekadar produsen perangkat keras menjadi penyedia solusi gaya hidup. Kehadiran smartphone AQUOS Sense 10 dan AQUOS R10, serta TV layar besar dengan komponen lokal (TKDN) yang tinggi, menunjukkan adaptasi cepat Sharp terhadap kebutuhan digital.

Strategi pemasaran 360 derajat yang dijalankan Sharp juga patut diacungi jempol. Kolaborasi unik dengan Sanrio melalui kampanye “Hello Comfort” berhasil membangun jembatan emosional dengan generasi muda dan keluarga milenial. Pendekatan ini membuktikan bahwa teknologi tinggi bisa tampil hangat dan relevan secara personal.

Ekspansi 2026: Menuju Panggung Regional Menatap tahun 2026, Sharp tidak ingin berpuas diri di dalam negeri. Sebuah langkah berani diambil dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis untuk pasar ASEAN. Targetnya jelas: mengekspor AC buatan Indonesia ke Vietnam dengan target kontribusi 10% di awal tahun.

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun ekspansi yang lebih agresif. Dengan fondasi kuat berupa 23 kantor cabang dan lebih dari 500 titik layanan servis di seluruh Indonesia, Sharp siap bertransformasi menjadi perusahaan yang tidak hanya mengedepankan profit, tetapi juga prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang berkelanjutan.

Memasuki tahun 2026, Sharp Indonesia menyiapkan strategi pertumbuhan yang lebih terarah dengan memperkuat pasar domestik, menghadirkan inovasi produk ramah lingkungan, serta memperluas aktivitas branding dan sales activation yang semakin dekat dengan konsumen. Sejalan dengan langkah tersebut, Sharp juga memperluas jangkauan bisnis ke pasar internasional dengan membuka peluang ekspor baru untuk produk AC buatan Indonesia ke Vietnam, dengan target kontribusi sekitar 10 persen di bulan Januari 2026. Strategi ini menegaskan peran Indonesia sebagai basis produksi strategis Sharp di kawasan ASEAN sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kinerja bisnis jangka panjang dan daya saing regional.

“Dengan fondasi yang kuat di 2025, kami optimis 2026 akan menjadi tahun pertumbuhan yang lebih kuat bagi Sharp Indonesia, baik dari sisi inovasi, penetrasi pasar, maupun kontribusi terhadap industri elektronik nasional,” tutup Andry.

 

Rangkaian-produk-sharp-terbaru
Foto : Rangkaian-produk-sharp-terbaru

Tentang PT SHARP Electronics Indonesia (SEID)

SHARP telah memulai perjalanan panjangnya di Indonesia sejak tahun 1970. Bermula dari PT Yasonta, yang didirikan pada tahun 1970 sebagai perusahaan nasional, pada tahun 1994 SHARP Corporation menjadikan PT Yasonta perusahaan patungan PMA dengan mengakuisisi PT Yasonta dan mengubah namanya menjadi PT SHARP Yasonta Indonesia (SYI). Pada tanggal 1 April 2005, PT SHARP Yasonta Antarnusa (kantor cabang SYI) bergaung menjadi satu dengan PT SHARP Yasonta Indonesia dan sejak Mei 2005 PT SHARP Yasonta Indonesia berubah nama menjadi PT SHARP Electronics Indonesia (SEID) seperti yang dikenal sampai saat ini.

Saat ini, SEID memiliki 23 Kantor Cabang, 8 Sub Cabang, 24 Kantor Servis, 47 Sharp Direct Service Station (SDSS), 517 Sharp Authorized Service Station (SASS), dan 48 Sharp Service Representative (SSR), yang tersebar di seluruh Indonesia, 1unit SHARP Mobile Service Station (SMSS). Pada 2012 PT SEID memperoleh penghargaan dari rekor bisnis Indonesia sebagai Jaringan Service Center terbanyak.