TOPNEWS62.COM, Bandung – Indonesia menegaskan langkah strategisnya untuk menjadi bagian penting dalam rantai industri semikonduktor global melalui penyelenggaraan Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026. Forum internasional pertama di Indonesia yang secara khusus membahas semikonduktor ini digelar pada 29–30 Januari 2026 di ITB Innovation Park, Bandung, dan diselenggarakan oleh Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) dengan dukungan penuh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
ISS 2026 diharapkan menjadi wadah pembentukan aliansi strategis antar pemangku kepentingan semikonduktor nasional dan internasional guna mempercepat pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia. Dalam sambutan pembukaan, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia ke depan akan memberi perhatian besar pada sektor semikonduktor melalui penguatan kemitraan global dan regional. Menurutnya, kolaborasi internasional sangat krusial untuk mendorong transfer teknologi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta teknologi dunia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutan kuncinya memaparkan potensi besar pengembangan industri semikonduktor nasional. Dengan capaian Manufacturing Value Added (MVA) tertinggi di kawasan ASEAN, Indonesia dinilai memiliki basis industri yang kuat serta pasar domestik yang sangat besar, terutama pada sektor ponsel dan kendaraan listrik. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan infrastruktur smelter silika sebagai upaya menjamin kemandirian bahan baku dan memperkuat peran Indonesia dalam rantai nilai global.
Pentingnya kolaborasi lintas sektor turut disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Tatacipta Dirgantara dan Chairman ICDeC Prof. Trio Adiono, yang menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan industri menjadi kunci utama dalam melahirkan inovasi teknologi yang berdampak luas bagi pembangunan nasional. Sejalan dengan hal tersebut, Dirjen Riset dan Pengembangan Kemen Dikti Saintek Dr. Fauzan Adziman memaparkan strategi nasional penyiapan sumber daya manusia semikonduktor melalui penguatan riset berkelanjutan dan penciptaan talenta unggul di bidang desain cip.
ISS 2026 menghadirkan para pemangku kepentingan semikonduktor dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga akademisi. Para pembicara berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Jerman, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, serta perwakilan Asian Development Bank. Pada hari pertama, forum diisi dengan paparan strategis dari para narasumber, sementara hari kedua difokuskan pada workshop pembangunan ekosistem semikonduktor yang menitikberatkan pada transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan rantai pasok industri.
Penyelenggaraan Indonesia Semiconductor Summit 2026 menjadi langkah nyata Indonesia dalam mempercepat transformasi menuju kemandirian industri teknologi tinggi sekaligus memperkuat posisinya sebagai calon pemain kunci dalam industri semikonduktor dunia.


