Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan Global

Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan Global, Bawa Hasil Konkret dari Inggris hingga Davos

TOPNEWS62.COM, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air setelah merampungkan rangkaian lawatan luar negerinya ke Inggris, Swiss, dan Prancis. Pesawat yang membawa Presiden beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Ketibaan Kepala Negara disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.

Lawatan luar negeri tersebut menjadi bagian dari upaya diplomasi intensif Presiden Prabowo dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global sekaligus membawa pulang kerja sama konkret bagi kepentingan nasional. Selama berada di Inggris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting, di antaranya pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III, serta menghadiri forum bisnis dan investasi yang diselenggarakan oleh Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy.

Kunjungan ke Inggris menghasilkan berbagai capaian strategis, termasuk kesepakatan kemitraan strategis baru Indonesia–Inggris, komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling, kerja sama di sektor maritim, serta penguatan di bidang pendidikan tinggi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Inggris merupakan mitra penting bagi Indonesia, terutama dengan kekuatan yang dimiliki negara tersebut di bidang teknologi dan keuangan. Menurutnya, kemitraan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat dari transfer teknologi dan penguatan kapasitas pembiayaan pembangunan. “Saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya di Lancaster House, London, pada Selasa (20/1/2026).

Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo berlanjut ke Swiss untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos. Dalam forum tersebut, Kepala Negara memaparkan berbagai gagasan ekonomi nasional, termasuk kebijakan strategis yang tengah dijalankan serta capaian selama satu tahun masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Di sela-sela agenda WEF, Presiden Prabowo juga menandatangani Board of Peace (BoP) Charter yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP sebagai momentum bersejarah dan peluang nyata untuk mendorong terciptanya perdamaian global, khususnya bagi rakyat Palestina. “Ini kesempatan bersejarah, benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” tegas Presiden Prabowo.

Sebelum kembali ke Tanah Air, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan kunjungan singkat selama sekitar tujuh jam ke Paris, Prancis, untuk memenuhi undangan jamuan santap malam pribadi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis di berbagai sektor strategis.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa setiap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selalu diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia. “Bapak Presiden kalau ke luar negeri, beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, dan ada dampak positifnya untuk Indonesia,” ujarnya.

Kepulangan Presiden Prabowo menandai berakhirnya rangkaian diplomasi luar negeri yang padat dan strategis. Lawatan tersebut tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di panggung global, tetapi juga membawa pulang kerja sama konkret yang diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan nasional. (BPMI Setpres)