Di Forbes Global CEO Conference, Presiden Prabowo Paparkan Strategi Ekonomi Nasional

Dok. Sekneg RI
Dok. Sekneg RI

TOPNEWS62.COM, SINGAPURA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian dan keberanian Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Hal itu disampaikan dalam sesi dialog bertajuk “A Meeting of Minds” pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025, yang berlangsung di Hotel The St. Regis, Singapura, Rabu (15/10/2025).

Dalam forum bergengsi yang dihadiri para pemimpin bisnis dunia tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk memberdayakan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Salah satu langkah nyata yang telah ditempuh pemerintah, kata Presiden, adalah penghapusan utang lama para petani dan pelaku usaha kecil yang dinilai sudah tidak realistis untuk ditagih.

“Saya memanggil beberapa bankir, kami berdiskusi. Dan pada dasarnya saya memahami bahwa sebenarnya di bank, setelah 25 tahun, sebagian besar utang itu sudah dihapuskan dalam pembukuan bank,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyoroti sejumlah capaian strategis yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, termasuk penyelesaian perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan terobosan penting dalam memperluas akses pasar Indonesia di tengah kompetisi perdagangan global yang semakin ketat.

“Saya juga menyaksikan penandatanganan CEPA dengan Kanada dan saya pikir kita semakin berupaya menjalin kesepakatan seperti ini dengan banyak pasar lain, termasuk Amerika Latin, RCEP, dan CPTPP,” ungkap Presiden.

Selain memperluas kemitraan internasional, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan pasar domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu contohnya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi rakyat.

“Dengan program makan gratis ini saja, kami sudah menciptakan langsung 1,5 juta lapangan kerja. Ada 30.000 dapur, masing-masing mempekerjakan 50 orang dengan dua atau tiga shift. Para ahli ekonomi mengatakan kepada saya bahwa pertumbuhan 1 persen menciptakan 400.000 lapangan kerja. Jadi 1,5 juta itu setara dengan pertumbuhan 3 persen. Dan itu belum termasuk 81.000 koperasi,” jelasnya.

Presiden juga menambahkan bahwa kebijakan tersebut turut mendorong tumbuhnya wirausaha lokal dan peningkatan konsumsi masyarakat, yang pada gilirannya menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menata ulang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih efisien, profesional, dan berdaya saing di tingkat global.

“Saya telah memberikan arahan kepada Ketua Danantara untuk merasionalisasi semuanya, mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi lebih rasional—mungkin 200 atau 240—dan menjalankannya dengan standar internasional. Saya yakin tingkat pengembalian 1–2 persen bisa dan harus meningkat,” tegasnya.

Menutup paparannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan ekonomi nasional berawal dari pemahaman mendalam terhadap prinsip ekonomi.

“Jika Anda tidak memahami ekonomi, Anda bisa dengan mudah dipermainkan oleh para ekonom. Jangan takut dengan apa yang disebut para ahli. Saya berbicara kepada generasi muda saya,” pungkas Presiden.

(Sumber: BPMI Setpres)