Home > Wisata

World Water Forum 2024 dan Implikasinya pada Pariwisata Indonesia

Pemberdayaan Wanita dalam Pariwisata
Dok.Media.center.belitung.go.id
Dok.Media.center.belitung.go.id

TOPNEWS62.COM, Indonesia, selain menjadi tuan rumah konferensi pariwisata PBB kedua mengenai Pemberdayaan Wanita dalam Pariwisata, juga akan menjadi tuan rumah forum air internasional terbesar, World Water Forum. Acara ini akan diadakan di Bali pada 18-25 Mei 2024. Namun, mengapa World Water Forum begitu penting?

World Water Forum adalah forum internasional yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan global untuk membahas isu-isu air dan merumuskan kebijakan tata kelola air dan sanitasi dunia. Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10, menandai pertama kalinya sebuah negara di Asia Tenggara memegang peran tersebut.

Selain menjadi momen untuk mempromosikan kerjasama global dalam menjaga sumber daya air, terpilihnya Bali sebagai tuan rumah juga memiliki dampak penting bagi sektor pariwisata Indonesia. Forum ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SGDs) terkait akses air bersih dan sanitasi. Indonesia membawa tiga misi khusus dalam pertemuan ini, termasuk pengelolaan air terpadu di pulau-pulau kecil dan penetapan World Lake Days.

Terpilihnya Bali sebagai tuan rumah juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam teknologi pengelolaan air berkelanjutan. Bali sendiri telah menjadi contoh dalam hal ini, dengan sistem Subak yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) turut mendukung kesuksesan acara ini dengan menyelenggarakan berbagai side event di beberapa lokasi di Bali. Salah satunya adalah prosesi melukat, yang memiliki makna spiritual bagi masyarakat Bali dan sejalan dengan prinsip hidup Tri Hita Karana.

Selain itu, Kemenparekraf/Baparekraf juga menjalin kerja sama dengan Jejak.in untuk menghitung jejak karbon delegasi yang datang ke Bali, serta menggelar Indonesia Pavilion yang menampilkan konten pariwisata menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) dan produk ekonomi kreatif lokal.

× Image